TKI TUMBAL DEVISA, BUKAN PAHLAWAN DEVISA By, Indamayu Channel

Channel: Thiyo Prayoga

287,502

TIP: Right-click and select "Save link as.." to download video

Initializing link download... Initializing link download.....

TKI TUMBAL DEVISA ,BUKAN PAHLAWAN DEVISA
Kisah yang di alami Ruyatia di Arab Saudi menginspirasi Denny JA dan Hanung Bramantyo membuat film " Minah Tetap Dipancung "

Minah Asal Cirebon seorang TKW di arab saudi yang tak digaji, di sekap, di perkosa, dan disiksa berkali kali oleh majikanya di Arab, dan akhirnya ia mendapatkan hukuman pancung.

Berawal dari kesulitan ekonomi ia merayu suaminya agar memberi izin untuk menjadi TKW demi menyekolahkan anaknya yg masih kecil, dengan berat hati sang suami yang hanya buruh tani akhirnya memberinya izin, ayahnya menggadaikan sawah untuk biaya dia berangkat.

9 bulan berlalu namun dia sama sekali tak berkabar, suami dan ayah nya mendatangi PJTKI untuk menanyakan kabarnya, namun lagi lagi PJTKI berkilah bahwa perwakilan KBRI sedang mencari keberadaan Minah.

Perbedaan budaya yang sama sekali Minah tak mengerti, dia pikir toh kan sama sama Islam, bagi Minah senyum adalah ibadah, namun bagi majikanya yang orang Arab, senyum adalah tanda menggoda. Ketika majikan perempuan terlena, majikan laki lakinya memperkosanya.

Setelah diperkosa dan ia mengadukanya pada majikan perempuan, berharap mendapat perlindungan, justru Minah dituduh menggoda suaminya dan penyiksaanpun dimulai, tak jarang ia tak di beri makan, dipecut,dipukul,tendang,tampar,jambak,se­ret, semua jenis penyiksaan ia alami, hingga akhirnya karena ia benar benar berontak ketika akan diperkosa tuk kesekian kalinya, ia berhasil menemukan gunting dan dengan terpaksa ia menusukkan kepada majikan laki laki hingga meninggal.

Polisi menangkapnya , masuk penjara, kabarpun sampai pada keluarga di desa, anaknya yang sakit karena kangen ibunya, seolah menjadi pertanda bahwa Minah dalam masalah, menghadapi pengadilan yang tanpa pendampingan, meskipun terdapat banyak luka penyiksaan, Minah berusaha semampu yang ia bisa mengatakan bahwa ia tak berniat membunuh, ia hanya membela diri, namun, hukum saudi, hutang nyawa di balas dengan nyawa.

Kabar tersiar di semua media tanah air, di koran, di TV, di radio, dimana saja, kecaman dan demo masyarakat di Indonesia menuntut pemerintah untuk membebaskan Minah, pendekatan diplomatik gagal, Minah tetap dipancung

SUNGGUH MIRIS NASIB PARA TKI

Entah sampai kapan KKN yang dinegeri ini berlanjut, memaksa masyarakat miskin harta, tak berpenghasilan, mengeksport ke luar negeri tanpa perlindungan, TKI bukanlah pilihan tapi keterpaksaan dari keadaan.

Jika memang ada yang mengatakan bahwa TKI adalah pilihan maka pilihanya adalah,membiarkan keluarga hidup dalam keterbelakangan, orang tua yang sakit tak bisa betobat, anak dan adik tak bisa bersekolah, rumah yang roboh ketika tertimpa angin, yang bocor ketika hujan, makan seadanya yang jelas jauh dari kata "4 sehat 5 sempurna" Atau Mengorbankan diri sendiri untuk merantau berharap rezeki yang belum pasti akan kesuksesanya.

Pemerintah selalu tersenyum di depan media dengan bangganya mengatakan "TKI itu pahlawan devisa, mereka perlu petlindungan" namun kenyataanya saya merasa dibalik itu semua kami adalah tumbal devisa. Mana perlindungan? Justru dengan dalih mengatasnamakan TKI, mereka mengambil dana subsidi dari pemerintah, dengan mengatas namakan "peraturan" petugas bandara menipu para TKI yang baru sampai bandara.

Kami TKI butuh perlindungan bukan sebutan, kami tidak gila jabatan atau penghormatan seperti para koruptor kami hanya butuh bukti nyata, bukan janji semata.

Katanya negeri ini kaya akan hasil alam namun kenyataanya negeri ini kaya akan penindasan.

Mereka yang memakan uang rakyat itu, dulu aku slalu berdoa "semoga Tuhan segera menurunkan azabnya pada mereka para koruptor"

Namun aku berfikir, kiranya akan lebih indah jika do'a ku ubah, "Ya Allah segera berikanlah mereka rasa puas akan duniawinya, mereka yang menghisap kemerdekaan rakyatnya, sadarkanlah mereka"

SAYA HARAP ANDA MENONTON FILM INI karena dari situ anda bisa melihat betapa tak bergunanya pemerintah untuk melindungi TKI. Untuk itu, membekali diri dengan berbagai informasi itu penting, setidaknya TKI bisa mengantisiapasi hal hal yang tak diinginkan.

Ini adalah cerita dari film The Beheading Of Minah yang saya tonton.
Film berdurasi 40 menit oleh Denny JA-Hanung Bramantyo, diawal pembukaanya dituliskan bahwa ini film fiksi, namun jika anda seorang TKI atau bergelut dalam dunia TKI, maka anda akan melihat bahwa ini seperti film dokumenter yang diangkat dari kisah nyata. Karena saya juga seorang TKI maka ketika melihat film ini saya bisa begitu meresapi. Pada kenyataanya banyak kasus seperti ini.
Anda dapat menyaksikan film ini pada tautan ini

By, Indramayu Channel
https://www.facebook.com/video.php?v=602567466511322&set=vb.548528885248514&type=2&theater