"Bulan Terbelah di Langit Amerika" sebagai film termahal Maxima

Channel: Jati Tube

20,083

TIP: Right-click and select "Save link as.." to download video

Initializing link download... Initializing link download.....

"Bulan Terbelah di Langit Amerika" sebagai film termahal Maxima

Setelah meraup sukses besar melalui film '99 Cahaya di Langit Eropa', Maxima Pictures melanjutkan cerita Rangga dan Hanum di 'Bulan Terbelah di Langit Amerika'. Ini akan jadi film termahal rumah produksi tersebut.

Film 'Bulan Terbelah di Langit Amerika' bercerita mengenai perjalanan Rangga (Abimana Aryasatya) dan Hanum (Acha Septriasa) di New York, Amerika Serikat untuk menyingkap fakta-fakta tersembunyi di balik tragedi 9/11. Film ini diakui sebagai film termahal dalam sejarah produksi Maxima Pictures yang berdiri sejak tahun 2004, meskipun tidak menyebut nominal.

Film yang menguak sejarah Islam di negeri Paman Sam dan juga mengulas kronologis tragedi 9/11 ini melibatkan banyak pihak, termasuk local casts asli warga Amerika Serikat. Tidak hanya itu, perizinan lokasi di Amerika Serikat pun tidaklah mudah.

Dengan investasi yang tidak sedikit, Yoen K selaku eksekutif produser secara khusus memilih pemain bintang untuk mengisi peran di film andalannya ini. “Kami pilih Abimana dan Acha karena mereka punya komitmen untuk menyampaikan pesan moral seperti Rangga dan Hanum,” jelas Yoen. Abimana dan Acha sebelumnya juga telah membintangi film dengan produser yang sama pada judul '99 Cahaya di Langit Eropa'. Keduanya sukses berperan sebagai pasangan yang tengah merantau di negeri orang, Wina, Austria.

Bagi Abimana, tantangan terbesar adalah mengemban tanggung jawab sosial pada tokoh aslinya, yaitu Rangga. “Karena kan orangnya masih hidup dan bisa ditemui. Kalau saya membawakan pesan yang buruk, maka impact-nya pun akan dirasakan Mas Rangga,” ungkapnya. Berbeda dengan Abimana sebagai aktor, bagi Maxima, tantangan terbesar tentu saja adalah menyampaikan pesan baik dari penulis novel Bulan Terbelah di Langit Amerika, yaitu Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra. “Tantangannya adalah meyakinkan masyarakat Indonesia bahwa buku dan film sama-sama bagusnya,” ujar Yoen.

Sebagai novel National Bestseller 2014, Bulan Terbelah di Langit Amerika tentu telah memiliki pasar pembaca tersendiri, maka Maxima merasa optimis bahwa film ini akan meraih sukses. Tidak hanya itu, Maxima Pictures juga berambisi mengulang kembali keberhasilan yang telah diraup '99 Cahaya di Langit Eropa' dan menjadikannya salah satu film box office Indonesia.