Disayangkan!!! Inilah Momen Keakraban Marquez dan Valentino Rossi, Dari Kecil Hingga Dewasa

Channel: Berita Terkini HD Quality

41,956

TIP: Right-click and select "Save link as.." to download video

Initializing link download... Initializing link download.....

Tak ada pebalap yang begitu dikagumi Marc Marquez sebesar Valentino Rossi. The Doctor adalah panutan dan pahlawannya sedari kecil. Kondisi yang mungkin saja berubah setelah apa yang terjadi di Sirkuit Sepang.

"Saya fans berat Rossi. Saya suka cara dia membalap, cara dia saat terjatuh. Valentino adalah panutan dan pahlawanku. Sebuah kebangaan besar bisa bertarung dengannya."

Marquez melontarkan pernyataan tersebut dalam wawancaranya dengan Guardian di awal musim 2015. Bahkan setelah memecundaingi Rossi dengan jadi juara dunia di 2013 dan 2014, Marquez masih menganggap The Doctor sebagai sosok yang sangat penting, yang begitu banyak memberi pengaruh dalam kehidupannya.

Sulit untuk tidak mengagumi Rossi. Sejak kemunculannya di seri Grand Prix, Rossi sudah menunjukkan kalau dia akan jadi salah satu pebalap terbesar sepanjang sejarah. Rossi tak cuma punya bakat alami di atas motor, orang Italia itu punya karisma yang memikat fans. Dia adalah tipe atlet yang juga menjadi entertainer.

Karena Rossi, banyak pebalap muda di seluruh dunia berambisi besar masuk MotoGP. Di Spanyol Marquez jadi salah satunya.

"MotoGP adalah impian saya dan ada pebalap-pebalap terbaik seperti (Dani) Pedrosa, (Jorge) Lorenzo, (Casey) Stoner dan Rossi. Saya harap Rossi bertahan (di MotoGP) saat saya berlaga di sana karena dia adalah pebalap terbaik sepanjang sejarah MotoGP dan saya sangat ingin membalap dengannya," ucap Marquez di tahun 2011 lalu.

Saat Marquez akhirnya terjun di kelas MotoGP, Rossi adalah salah satu pebalap yang menyambut kedatangannya. Rossi berulang kali memberi sanjungan atas musim debut fenomenal Marquez.



Dalam beberapa kesempatan sebelum di musim 2013 dan 2014 Rossi dan Marquez terlibat persaingan sengit di atas lintasan. Duel yang membuat keduanya berulang kali saling pepet, bersenggolan.

Namun itu selalu berakhir dengan keduanya tertawa bersama di paddock, dan Rossi memberikan ucapan selamat dengan caranya yang khas.

Rossi juga masih mengundang Marquez, bersama beberapa rider lain, datang ke ranch-nya. Menunjukkan kalau hubungan keduanya masih akrab. Sementara Marquez tetap menganggap Rossi sebagai idolanya.


Rossi dan Marquez usai duel di Laguna Seca 2013

Meski sudah jadi rival, relasi keduanya bisa dikatakan tetap bagus. Setidaknya sampai di penghujung musim 2015 ini.

Marquez sebenarnya tidak benar-benar terlibat persaingan dengan Rossi. Dia sudah terlempar dari perlombaan menjadi juara dunia lantaran mengalami awal musim yang buruk. Adalah Jorge Lorenzo yang jadi lawan Rossi memperebutkan takhta juara.

Kalau kemudian Marquez jadi 'orang ketiga' dalam duel Rossi dengan Lorenzo, itu setelah Marquez dituding membantu Lorenzo di MotoGP Australia. Rossi menyebut Marquez sudah 'bermain-main' dengan pebalap lain untuk membantu Lorenzo meraih gelar juara - meski di Phillip Island ketika itu Marquez yang menang.

Hanya dalam periode sepekan relasi Marquez dan Rossi mencapai titik nadir. Di MotoGP Malaysia keduanya terlibat duel panas yang berujung dengan jatuhnya Marquez. The Doctor finis ketiga dalam race itu, tapi dia kena sanksi tiga poin penalti yang membuat dia harus start dari posisi paling belakang pada seri pamungkas di Valencia.



Marquez menuding Rossi telah menendangnya. Menyebut pebalap yang sangat diidolainya itu sudah kelewatan.

Rossi membantah dan melontarkan pembelaan. Dia menyebut Marquez masih terbawa dendam dari duel keduanya di Argentina dan Belanda

Setelah kejadian di Sepang, foto lama bergambar Marquez kecil bertemu Rossi kembali marak beredar di internet dan beragam jejaring sosial. Dalam foto tersebut Marquez tersenyum sangat lebar.

Dia semringah bertemu idola terbesarnya. Sosok yang dia anggap pahlawan. Pria yang memberi pengaruh besar dalam kehidupan dan kariernya. Pebalap yang upayanya mengejar gelar juara dunia ke-10 kini terancam gagal.