MESUM FENOMENA VIDEO HEBOH Mahasiswi jual diri lewat media sosial

Channel: prima nice

29,783

TIP: Right-click and select "Save link as.." to download video

Initializing link download... Initializing link download.....

VIDEO HEBOH Mahasiswi jual diri lewat media sosial

Mahasiswi jual diri lewat media sosial
Mahasiswi jual diri lewat media sosial
Mahasiswi jual diri lewat media sosial

RA (22), mahasiswi UIN Sunan Gunung Djati Bandung, foto bugilnya tersebar melalui media sosial Facebook. Hal itu sontak ramai menjadi pembicaraan para netizen.

Rektor UIN Bandung Deddy Ismatullah mengatakan, motif RA memasang foto selfie hot tersebut karena ekonomi. RA sengaja memasang dengan maksud menjajakan dirinya. Pihaknya kemudian menyidang RA dan mengeluarkannya (DO) karena telah mencoreng nama baik kampus.

"Dia mengaku melakukan kejahatan itu. Dan dasarnya ekonomi," kata Deddy kepada merdeka.com, Kamis (12/2).

Namun, informasi berbeda datang dari Kepala Jurusan Perbandingan Mazhab dan Hukum (PMH) UIN Sunan Gunung Djati, Bandung, Dudang Gozali. Menurutnya, yang mengunggah foto hot tersebut di Facebook bukanlah RA.

Dudang mengaku telah berdialog dengan RA. Yang bersangkutan bukan dia yang menyebarkan foto-foto seronok tersebut. Namun, belum diketahui siapa sebenarnya yang mengunggah foto-foto tersebut.

"Dia bilang bukan dia yang upload foto-foto itu. Sebab, katanya kalau dia upload itu sama saja bunuh diri. RA mengaku kalau dia memang punya koleksi foto seperti itu di handphone-nya. Tapi dia bersumpah yang menyebarkan bukan dia," jelas Dudang beberapa waktu lalu kepada merdeka.com.

Sementara, Beni, dosen Antropologi di UIN Sunan Gunung Djati Bandung, mengatakan, RA datang ke Bandung dan kuliah di UIN Sunan Gunung Djati dibawa oleh seseorang. Namun, dia mengaku tak tahu siapa dan di mana orang itu tinggal.

"Oknum yang bawa dia pernah mengontrak di depan rumah dan menanyakan apakah RA bisa dimasukan ke UIN. Saya bilang di PMH masih bisa. Sekarang oknum ini menghilang, saya sedang cari dia," kata Beni.

Dugaan Beni, orang inilah yang membawa RA ke dunia hitam. Sebab, dia menilai dari kesehariannya, RA yang menunjukkan ke Bandung memang ingin serius kuliah, bukan ingin jual diri.

RA dinilai sebagai mahasiswi yang berprestasi, pintar, dan rajin. Tiap semester indeks prestasi (IP) yang diraihnya selalu di atas tiga. Di mata teman-temannya RA juga dikenal sebagai teman yang sangat baik, polos, dan jarang absen. RA juga senang membaca buku dan sering ke perpustakaan.

"RA sangat rajin dan baik. Teman-teman sering nyontek tugas dari dia. Dulu dia juga pernah jualan keripik selama setahun. Kita gak pernah ada yang tahu kalau RA bisa terjebak di dunia seperti itu," kata Setyo, salah satu teman sekelas RA.

Kasus RA membuka mata bahwa fenomena 'ayam kampus' hingga kini masih terjadi. Namun demikian, tepatkah sikap UIN Sunan Gunung Djati Bandung mengambil sikap dengan mengeluarkan RA dari kampus?

Dunia pendidikan harusnya bertanggungjawab karena ada peserta didiknya yang terjerumus ke lembah hitam. Pembinaan, pembenahan mental dan akhlaq seharusnya diberikan kepadanya agar berhenti dari kegiatannya itu dan kembali menjadi manusia yang tak menjual tubuhnya demi rupiah.

METRO TV NEWS