Ternyata TKW Asal Blitar yang Dipulangkan Paksa dari Hongkong itu Gadis Cantik

Channel: Phand In News

172,982

TIP: Right-click and select "Save link as.." to download video

Initializing link download... Initializing link download.....

Meski sudah tiga hari dirawat di RSUD Ngudi Waluyo, Wlingi, namun kondisi kesehatan St tahun ), TKW yang dipulangkan paksa oleh Pemerintah Hongkong karena kena AIDS, belum banyak perubahan.

Hingga Jumat (16/10/2015) siang ini, kondisinya masih memprihatinkan.

Memang dibandingkan saat pertama kali masuk ke RS milik Pemkab Blitar, Selasa (13/10/2015) malam lalu, kondisinya lebih baik.

Di antaranya, menurut tim medis RS itu, korban sekarang sudah bisa membuka matanya.

Beda dengan saat datang pertama kali kemarin, selain terus terpejam, kondisinya sangat lemah dan tak bisa apa-apa.

Bahkan, sekadar menggerakkan tubuhnya saja, harus dibantu orang lain. Selain tubuhnya sangat kurus, juga sangat lemah.

Namun, mulai Jumat (16/10/2015) ini, ia sudah mulai bisa menggerakkan tubuhnya sendiri.

Jangankan untuk berbicara. Hanya sekadar mengenali orang lain di depannya saja, cukup sulit. Sebab, yang diserang adalah otak sarafnya. Yakni, sudah mengalami pengecilan," kata dr Loeky Janna, Direktur RSUD Ngudi Waluyo, Wlingi, Jumat (16/10/2015).

Namun demikian, papar dia, pihak RS masih terus upaya memyembuhkannya.

Sebab, saat ini, kondisinya masih butuh perawatan khusus karena belum bisa menerima makanan dari luar.

Karena itu, selain diinfus, juga diberi makanan, dengan cara dilewatkan hidungnya.

"Semoga, ada perubahan lebih baik," ungkapnya.

Jumat siang itu, pihak keluarganya, di antaranya, orangtuanya terus menunggui.

Mereka tampak tabah, dengan penyakit yang diderita anaknya. Bahkan, mereka sempat bercerita, bahwa korban itu dulunya merupakan gadis yang cantik.



Termasuk, saat berangkat ke Hongkong tahun 2009 lalu.

Selama di Hongkong, korban yang katanya bekerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT) itu tak pernah pulang.

Namun, ia selalu mengirim uangnya rutin dan hampir tiap bulan.

"Dulu, ia sering telepon ke rumah, namun sejak tahun 2012 lalu, kami sudah tak pernah berkomunikasi".

"Sebab, ia tak pernah telepon, sementara kami nggak tahu nomer teleponnya. Tahu-tahu, pulang dalam kondisi seperti ini," ujar seorang ibu, yang mengaku sebagai ibu korban ditemui di RS.

Drs Riyadi, Kabid Pengawasan TKI, Disnaker Pemkab Blitar, mengaku prihatin dengan kasus seperti itu.

Sebab, belum lama ini, sudah terhitung dua TKW asal Kabupaten Blitar yang dipulangkan paksa karena kena Aids.


Yakni, satu dipulangkan oleh Pemerintah Malaysia, sedang yang satu ini dipulangkan oleh Pemerintah Hongkong.

"Karena itu, kami menghimbau agar para TKI atau TKW itu mematuhi aturan yang ditentukan pemerintah. Yakni, berangkat ke luar negeri lewat jalur yang resmi dan selalu teken kontrak dengan rutin, supaya tak sampai terjerumus pada pergaulan bebas," paparnya.

Seperti diketahui, St adalah TKW yang dipulangkan paksa oleh Pemerintah Hongkong.

Namun, ia tak langsung diantarkan pulang sampai ke rumahnya. Ia dijemput Dinas Tenaga Kerja dan Dinas Kesehatan Pemkab Blitar dari Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta.

Kabar itu diketahui setelah Hery Noegroho, Bupati Blitar mendapat surat dari RS Polri, pada 6 Oktober lalu.

Intinya, memberi tahu, bahwa ada warga asal Blitar sedang dirawat di RS Polri karena dipulangkan paksa oleh Pemerintah Hongkong.

Isinya di antaranya, yang bersangkutan terkena penyakit yang belum ada obatnya tersebut.